Kitab Riyadhus Shalihin – Bab 14 – Berlaku Sederhana dalam Ketaatan kepada Allah

Allah Aza wa Jalla berfirman:

طه (١) مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى (٢

“Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah” (Thaahaa 1-2)

Berlaku sederhana ialah berlaku tengah-tengah dalam melaksanakan ibadah dengan mengontrol hawa nafsu serta menghilangkan rasa bosan. Adh-Dhahhak berkata “Ketika Allah menurunkan Al Qur’an kepada Rasul-Nya, maka beliau beserta para sahabat mengamalkannya. Lantas orang-orang dari kaum Quraisy berkata “Al Qur’an tidak diturunkan kepada Muhammad melainkan agar ia menjadi susah” kemudian Allah Aza wa Jalla menurunkan ayat tadi.
Qatadah berkata “Demi Allah, tidak demikian. Allah tidak menjadikan AL Quran menyusahkan. Akan tetapi, Al Quran sebagai rahmat, cahaya dan petunjuk ke surga.” Hal tersebut senada dengan Al Qur’an surat Al Muzzammil:20 “Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur’an.”

Allah aza wa Jalla berfirman:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. “ Al Baqarah 185

Ayat ini turun sebagai rukhsah untuk berbuka ketika safar, akan tetapi ayat ini berlaku umum dalam semua urusan agama, sebagaimana firman Allah:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

“Dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama.” Al Hajj: 78 Lanjutkan membaca “Kitab Riyadhus Shalihin – Bab 14 – Berlaku Sederhana dalam Ketaatan kepada Allah”

Iklan

Waktu yang hilang, Kebaikan yang hilang

Pernahkah kita berfikir bahwa waktu tidak akan pernah kembali? Pernahkah terfikir dalam waktu yang hilang itu ada seberapa banyak kesempatan berbuat baik yang sudah kita sia siakan?
Sy setuju dengan pemikiran bahwa masa lalu dapat diubah dengan mengubah perilaku kita tentunya menjadi lebih baik, tapi tahukah sahabatku bahwa di masa masa lalu itu ada juga kesempatan kebaikan yang tersia sia?
Boleh jadi orang bilang kesalahan masa lalu dapat diperbaiki dengan taubat dan perbaikan diri di masa depan. Namun bagaimana dengan kebaikan? Kesempatan tidak akan datang kedua kalinya walaupun kita melakukan perbuatan baik yang sama. Lanjutkan membaca “Waktu yang hilang, Kebaikan yang hilang”

[Backpacker] – Gugusan Granit di Tanah Laskar Pelangi – Belitung Part 4

 

Mentari menyingsing membawa harapan baru, meninggalkan kenangan untuk dikenang. Kadang keindahan, tak jarang pula tentang kesedihan. Cerita hanyalah bentuk lain mereinkarnasi kenangan. 

Hari ini adalah hari terahir kami di belitong, rentetan kejadian menjadikan satu cerita bertambah pada memory masing masing dari kami. Rencana kami akan tour laut, setengah hari kemudian langsung pulang. Karena hari ini mentari bersinar cukup terik dan angin tidak terlalu kencang. Hari yang sempurna untuk mengarungi laut. Lanjutkan membaca “[Backpacker] – Gugusan Granit di Tanah Laskar Pelangi – Belitung Part 4”

[Backpacker] – Gugusan Granit di Tanah Laskar Pelangi – Belitung Part 3

Pagi masih secerah masa depan. Mengharuskan diri untuk menantang segala rintangan. Embun yang mengayun di ujung daun, seketika menguap saat pelita terang merangkak naik. 

Hari ini hari terahir Ojan, karena dia cuma dapat jatah cuti 3 hari. Jadi kami tidak pergi terlalu jauh. Sebenarnya mau mengulangi tour laut yang sempat terhambat karena hujan, namun masih ragu karena ada keinginan juga memutari Belitong di sisi yang lainnya. Akhirnya kami putuskan untuk explore tempat lain saja. Lanjutkan membaca “[Backpacker] – Gugusan Granit di Tanah Laskar Pelangi – Belitung Part 3”

[Backpacker] – Gugusan Granit di Tanah Laskar Pelangi – Belitung Part 2

Malam yang dingin karena hujan berlalu, berganti pagi yang cerah bersama mentari yang dengan semangatnya menyinari. Berbegas kami berlari menuju kereta yang semalam tadi tak dihampiri. Hari kedua rencana kami menyusuri belitung timur, mengunjungi kisah laskar pelangi dari tempatnya berasal. Ozan menderu mobil menyusuri jalan yang masih sepi, menuju ujung timur pulau belitong. Perjalanan lintas batas memakan waktu sekitar 3-4 jam. Dengan landscape yang cantik dengan bukit di kanan dan kiri membuat lelah tak begitu terasa. Lanjutkan membaca “[Backpacker] – Gugusan Granit di Tanah Laskar Pelangi – Belitung Part 2”